Minggu, 29 April 2012

Kosong

Hampa.
Ya, hampa.
Tak terisi dan kosong.
Saat pikiranku terisi, hatiku kosong.
Saat memori berhamburan ke alam sadarku, aku merasa hampa.
Apalagi semua memori itu.
Terhempas dalam jutaan kenangan itu pun, masih terasa kosong.

1 tahun, 6 bulan, 22 hari yang lalu.
Otakku mulai mencatat semuanya.
Wajahmu.
Suaramu.
Genggaman tanganmu.
Impuls-impuls di otakku menyimpan semuanya.
Setiap lipatan di cerebrumku, membuka tabir dan menguak semuanya.

Memori saat mata kita bertikai.
Saat bibir kita masing-masing merangkai kata,
tiga kata
yang membuat kita berdua sangat istimewa,
yang membuat aku merasa istimewa.
Bukan,
kaulah yang istimewa.
Ya.

Kini impuls-impuls memori itu mengalir lewat saraf-saraf yang ada
Menuju hati
Bukan hepar, tapi hati imajinerku.
Yang semakin sesak di dalam.
Terisi impuls-impuls dari otakku
Tentang dirimu,
dan penyesalan akibat gegabahku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar